sejarah-layar-pintar

Sejarah Layar Pintar IFP Era Digitalisasi

Ingin Menggunakan Layar Pintar Secara Maksimal?

Gifera tidak hanya menyediakan Layar Pintar ,
tetapi juga layanan demo produk, instalasi, dan training penggunaan
agar perangkat siap digunakan untuk rapat, presentasi, dan pembelajaran.

✔ Demo penggunaan langsung
•  ✔ Instalasi & setting profesional
•  ✔ Training user & after-sales support

*Tersedia untuk kantor, ruang meeting, sekolah & universitas*

Di Indonesia, Sejarah Interactive Flat Panel tidak terjadi secara instan. Kemunculannya melalui beberapa tahap evolusi, mulai dari era projector, interactive whiteboard, hingga akhirnya mengarah pada penggunaan IFP yang kini menjadi standar di banyak sektor. Artikel ini mengulas secara singkat megenai Sejarah Layar Pintar IFP di Indonesia, serta bagaimana teknologi ini membentuk pola kerja dan pembelajaran modern.

sejarah-layar-pintar

Era Awal  Sebelum hadirnya Layar Pintar IFP

Sebelum Layar Pintar dikenal luas, institusi pendidikan dan perusahaan di Indonesia menggunakan kombinasi whiteboard dan LCD projector untuk menyampaikan pembelajaraan dan konten presentasi.  Pada periode 1990-an hingga awal 2000-an, perangkat ini dianggap sebagai standar modern.

Kelebihannya adalah kemudahan penggunaan dan biaya rendah. Namun, terdapat banyak keterbatasan seperti Tidak interaktif, Memerlukan komputer tambahan untuk media, Tampilan visual bergantung pada pencahayaan ruangan dan banyak point lainnya.

Memasuki tahun 2005, terutama di sekolah-sekolah unggulan dan corporate training center, mulai diperkenalkan interactive whiteboard (IWB). Teknologi ini memungkinkan pengguna menulis di layar yang diproyeksikan melalui pena khusus atau sensor sentuh. Beberapa fitur yang membuat IWB menjadi inovasi besar saat itu:

  • Dapat merekam tulisan pengajar
  • Memungkinkan anotasi langsung pada materi
  • Sangat cocok untuk kegiatan pembelajaran kolaboratif
  • Mendukung software edukasi interaktif

Namun, karena masih bergantung pada projector dan sering membutuhkan penyetelan manual, teknologi ini memiliki keterbatasan seperti bayangan pengguna yang mengganggu, warna yang kurang tajam, serta kebutuhan perawatan yang cukup intensif. Meski begitu, teknologi IWB menjadi batu loncatan pertama menuju eranya IFP di Indonesia.

Peralihan Menuju Layar Sentuh Modern

Awal Masuknya Interactive Flat Panel (2012–2016) Sekitar tahun 2012, produsen global mulai memperkenalkan Interactive Flat Panel di pasar internasional. Nah di era inilah IFP mulasi eksis akan tetapi, kala itu hanya masuk di Sekolah internasional, Perusahaan multinasional, Pusat pelatihan modern, Fasilitas pemerintahan tertentu.

Pertumbuhan Pesat Berkat Edukasi Digital & Kebutuhan Kolaborasi (2017–2019)

Memasuki tahun 2017, pertumbuhan Layar Pintar IFP di Indonesia meningkat signifikan. Ada beberapa faktor pendorong utamanya :

Kebutuhan kolaborasi perusahaan IFP dipandang sebagai solusi modern untuk:

  • Brainstorming
  • Presentasi interaktif
  • Diskusi tim
  • Video conference

Pelaku industri seperti perbankan, telekomunikasi, minyak dan gas, hingga startup teknologi menjadi pengguna IFP awal yang cepat.

Transformasi digital sekolah banyak sekolah mulai melakukan modern classroom initiative. IFP dianggap lebih efektif dibanding projector karena :

  • Mendukung pembelajaran berbasis multimedia
  • Lebih awet dan hemat energi
  • Memudahkan guru mengajar tanpa perangkat tambahan

Lonjakan Adopsi Akibat Pandemi COVID-19 (2020–2021)

Sepertinya kita semua tau dan faham betul pandemi COVID-19 menjadi titik penting yang mempercepat segala proses komunikasi jarak jauh dan itu juga yang menjadikan IFP berkembang pesat untuk saat ini. Ketika sekolah dan perusahaan harus beralih ke remote learning dan virtual meeting, kebutuhan perangkat digital juga sangat di butuhkan kala itu.

Era Integrasi AI dan Cloud (2022–sekarang)

Setelah pandemi, teknologi Interactive Flat Panel di Indonesia makin berkembang pesat.  Kini IFP juga dilengkapi dengan berbagai fitur AI. Teknologi Perangkat Digital yang dulu hanya ditemukan di sekolah internasional kini tersedia untuk sekolah negeri, kantor desa, UMKM, dan berbagai sektor  Pendidikan, Perusahaan, Pemerintahan, Kesehatan.

IFP atau Layar Pintar Menjadi Teknologi Standar Masa Kini

Perjalanan Interactive Flat Panel di Indonesia mencerminkan bagaimana transformasi digital terjadi di semua aspek di Indonesia. Dari era projector, interactive whiteboard, hingga kini layar sentuh canggih berbasis AI, perkembangan ini menunjukkan bahwa era modern membutuhkan perangkat yang dapat di andalkan.

Program Baru Pemerintah Mengenai Layar Pintar atau IFP

Pemerintah-program-ifp

Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas dalam sebuah acara yang digelar terpusat di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, pada Senin, 17 November 2025. Peluncuran ini diikuti secara daring oleh 1.337 sekolah dari 38 provinsi, menandai langkah besar menuju pemerataan layanan pendidikan digital di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo kemudian meninjau berbagai demo pembelajaran yang memanfaatkan Papan Interaktif Digital ( Interactive Flat Panel /IFP) di dalam kelas. Di sana, Kepala Negara menyaksikan praktik pembelajaran yang memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menghadirkan proses belajar yang lebih menarik, interaktif, dan adaptif bagi para peserta didik.

Sebagai distributor perangkat digital gifera ikut mendukung program-program pemerintah mengenai pemerataan layanan pendidikan digital di seluruh Indonesia. Dengan terus hadirnya inovasi baru, Indonesia akan semakin siap memasuki era digital yang lebih maju dan terintegrasi.

Itulah tadi Artikel Gifera mengulas secara singkat sejarah dan perkembangan IFP di Indonesia. Untuk informasi lebih mengenai spesifikasi produk layar pintar atau IFP Anda juga bisa langsung menghubungi admin gifera di bawah ini :

 

WhatsApp / Telepon : (021) 5239 8644 / 021 2255 6514
Mobile (Whatsapp) : +62 811 493 6665
Alamat Kantor : Jl Taman Palem Lestari, Ruko Pelangi Blok E 08, Cengkareng Barat, Jakarta Barat.

 

Recent Comments